Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Thursday, August 6, 2009

Telah sakitlah teman
Maka aku mengunjunginya
Lalu sakitlah aku
Dari penjagaanku kepadanya
Dan datanglah teman
Mengunjungi aku
Lalu sembuhlah aku
Demi memandangnya
Aku peroleh segala malapetaka
Yang terjadi sebarang waktu
Semuanya mudah saja
Selain berpisah dengan teman-temanku
Berapa banyak teman
Yang aku kenal sebagai teman
Lebih beruntung daripada teman lama
Kawan yang aku lihat di jalan
Padaku menjadi
Teman yang hakiki




SIAPAKAH SAHABATMU?

Janganlah engkau berteman dengan orang yang bodoh

Awasi dirimu dan dirinya....!

Berapa banyak orang yang bodoh

Memburukkan orang penyabar ketika ia menjadi temannya

Dibandingkan yang seorang dengan yang seorang

Apabila orang itu sama-sama berjalan

Sesuatu mempunyai dari sesuatu

Perbandingan dan keserupaan

Qalbu terhadap qalbu

Mempunyai petunjuk ketika perjumpaan

Sesungguhnya aku merasa aman dari musuh yang berakal

Dan aku takut kepada teman yang ditelanjangi oleh orang gila

Akal itu suatu macam dan jalannya aku ketahui lalu aku perhatikan

Dan gila itu bermacam-macam

Temanmu yang sebenarnya

Ialah orang yang ada bersamamu

Dan orang yang menyusahkan dirinya

Supaya ia bermanfaat kepadamu

Pada waktu membimbangkan

Ia berkata terus terang kepadamu

Dia sendiri pecah berantakan

Supaya kamu terkumpulkan selalu

Manusia itu pelbagai ragam

Apabila engkau merasakan mereka

Mereka tiada bersamaan

Seperti kayu-kayuan tiada sama

Yang ini berbuah...manis rasanya

Yang itu tidaklah

Mempunyai rasa dan buahnya

Engkau melihat orang yang mulia

Apabila putus hubungan disambungnya

Disembunyikan yang keji yang hina

Dan dilahirkan perbuatan baiknya

Engkau melihat orang yang tercela

Apabila putus hubungan disambungnya

Disembunyikan yang elok nyata

Dan dilahirkannya palsu belaka

Tidakkah engkau akan kekal berteman

Dengan orang yang tidak engkau kumpulkan

Perihalnya yang berserak-serakkan

Manakah orang yang selalu dalam kebersihan

Sesungguhnya orang-orang yang mulia

Apabila telah kaya raya

Mereka teringat pada orang yang berpautan jiwa

Dalam gubuk kasar yang penuh derita





No comments:

Post a Comment