Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Thursday, August 27, 2009

Cinta adalah sekadar pandangan mata
Kerlingan, belai tangan dan geseran bahu
Lembaran surat berisi pujian kata
Lebih agung dari ikatan pernikahan
Cinta hanyalah begitu dan begini
Cinta kan rosak jika diakhiri pernikahan
Jika begitu cintanya
Yang dicari hanyalah keturunan
-Al-Ma'mun-

Wednesday, August 26, 2009


CELAAN TERHADAP NAFSU

Nafsu tidak akan mencampuri sesuatu melainkan dia merosakkannya.
Jika nafsu mencampuri ilmu, maka ia akan mengeluarkannya ke arah bid'ah dan kesesatan, dan pelakunya menjadi kelompok orang yang mengikuti nafsu.
Jika nafsu mencampuri zuhud maka ia akan mengeluarkan pelakunya kepada riya' dan menyalahi Sunnah.
Jika nafsu mencampuri hukum, ia akan mengeluarkan pelakunya kepada kezaliman dan menghalangi kebenaran.
Jika nafsu mencampuri pembahagian, maka ia akan mengeluarkan pembahagian itu kepada ketidakadilan dan pembohongan.
Jika nafsu mencampuri ibadah, maka ibadah itu akan keluar dari ketaatan dan taqarrub.
Jadi, selagi nafsu mencampuri sesuatu maka ia akan merosakkannya.
Musuh terbesar bagi seseorang adalah syaitan dan hawa nafsunya.
Sedangkan rakan yang paling dipercayai adalah akalnya dan kekuasaan yang memberikan nasihat kepadanya.
Orang yang mengikuti syahwat adalah hamba sahaya
Namun jika syahwat ditaklukkan dia akan menjadi raja
Seksaan kerana penyimpangan di masa muda
Di susuli pula dengan seksaan di masa tua
Orang yang paling mulia yang tidak melakukan sebab
Sehingga di kemudian dia boleh membezakan akibat
Bersihkan dirimu dari segala urusan
Agar selepas itu tiada nafsu yang tersimpan
Jangan dekati segala urusan yang haram
Sirna kenikmatannya dan kepahitannya terpendam
Kenikmatan yang diharamkan begitu cepat datangnya
Dosa dan cela tetap melekat selama-lamanya
Akibat keburukan tetap terlihat nyata
Tiada ertinya kenikmatan yang disusuli neraka
Betapa buruk pemuda yang memiliki pekerti
Dipaksa mengorbankan adab kerana nafsu diri
Kehinaan didatangi padahal dia mengetahuinya
Kehormatannya terkoyak dan kehinaannya dijaga
Kesedarannya bangkit tatkala dia jatuh terjerumus
Dia menangis tatkala dia tidak lagi mampu bangkit
Apalagi yang boleh diperkatakan
Selagi seseorang dikuasai keinginan dan nafsu
Dia menjadi buta tentang apa yang harus dilihatnya
Orang yang melihatnya menganggap dia tidak melihatnya
Tongkat di lemparkan dan yang jauh menjadi tenang
Seperti ketenangan hati kerana musafir telah datang
Ku ingin memeluknya di saat hati sedang merindukan
Adakah berdekatan setelah kami berpelukan
Ku cium mesra agar kerinduan itu sirna
Keinginan untuk bertemu semakin membara
Kegusaran di hati belum juga terubati
Kecuali setelah dua hati saling mengisi

"Ya Allah, dengan ilmu-Mu tentang yang ghaib dan kekuasaan-Mu terhadap makhluk....kami memohon ketakutan kepada-Mu tatkala sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, kami memohon kepada-Mu kalimat yang benar tatkala marah dan redha, kami memohon kepada-Mu tujuan tatkala miskin dan kaya, kami memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak pernah habis, kami memohon kepada-Mu kesenangan hati yang tiada terputus, kami memohon kepada-Mu redha setelah ada Qadha', kami memohon kepada-Mu kesejukan hidup setelah mati, kami memohon kepada-Mu kelazatan memandang wajah-Mu dan kerinduan bersua dengan-Mu, bukan dalam keadaan sulit yang ada mudharatnya, tidak dalam keadaan dan cubaan yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami pemberi petunjuk bagi orang-orang yang mencari petunjuk"

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai, dan apa yang Engkau singkirkan dariku dari apa-apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia kekosongan bagiku tentang apa yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling ku cintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air dingin saat datangnya dahaga. Ya Allah, buatkanlah aku mencintai-Mu, malaikat-malaikat-Mu, nabi-nabi-Mu, rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang solih. Ya Allah, hidupkanlah aku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap hatiku dan redha kepada-Mu dengan segala usahaku. Ya Allah, jadikanlah segenap cintaku pada-Mu dan seluruh usahaku dalam keredhaan-Mu"

Tuesday, August 25, 2009


UNTUKMU LELAKI
........CARILAH WANITA SECANTIK BIDADARI........
Angkatlah pandanganmu terhadap para wanita
Yang amal soleh adalah mas kahwin mereka
Bisikkan pada jiwa tentang cinta pertama
Mencintai mereka adalah niaga yang laba
Berusahalah untuk mendapatkan mereka
Jika ada jalan dan telah tiba saatnya
Janganlah pandanganmu liar di sekitar
Jika engkau ingin cintamu selalu mekar
Wahai orang yang memanggil dan mencari bidadari
Agar dapat bercumbu dengannya ditaman-taman syurgawi
Andaikata kau tahu siapa yang kau seru
Tentu kau tidak diam saja membisu
Andaikata kau tahu di mana dia berada
Kau akan berusaha dengan sekuat tenaga
Segeralah dan tapaki jalan menuju ke sana
Kerana jalan yang kau tempuh tidak lama akan tiba
Bercintalah dan berbicaralah di dalam kalbu
Persiapkan mas kahwin selagi kau mampu untuk itu
Jadikan pusaramu sebagai bekal untuk pertemuan
Malam pertama adalah malam fitri sesuai Ramadhan
Harapkan kecantikan dan keindahannya yang memikat
Hampirilah sang kekasih dan jangan kau terlambat
Wahai orang yang berthawaf di Kaabah yang mulia
Yang di kelilingi bebatuan dan sendi-sendinya
Yang berlari-lari di sekitar Shafa
Setiap saat meniti jalan Sa'y yang dilaluinya
Dari jauh mereka melihat khemah dan tenda
Nampak jelas kerana sinar dan cahayanya
Hampirilah khemah-khemah dan tinggallah di sana
Di dalamnya ada rembulan tanpa ada kekurangannya
Bidadari-bidadari yang cantik jelita
Mencari pemuda-pemuda yang menjadi kekasihnya
Pandangan matanya yang indah menawan
Pandangan yang menjanjikan ketenangan
Mengapa dia harus memandang bidadari
Mahasuci yang menciptakan kecantikan sejati
Dia meminum dari gelas-gelas kecantikannya
Seperti orang yang minum kerana dahaga
Akhlak dan kecantikkannya tidak ada bandingan
Seperti bulan setelah tanggal delapan
Matahari berjalan di wajahnya yang menawan
Malam pun tunduk di bawah dedahanan
Di tempat itulah dia berdecak kagum
Bagaimana matahari dan malam boleh terangkum
Mahasuci Allah dengan segala ciptaan-Nya
Mahasuci yang menundukkan ciptaan manusia
Malam tiada mendahului matahari
Hingga datang pagi yang dini
Matahari datang bukan untuk mengusir malam
Tetapi untuk bergandingan sebagai kawan
Keduanya adalah cermin bagi yang memandang
Siapa yang ingin melihat wajah akan terlihat terang
Dia boleh melihat keelokan wajah di wajahnya
Melihat keelokannya nampak jelas di depan mata
Pipinya kemerah-merahan sangat menarik
Matanya lebar dan hitam serta berbulu lentik
Kilat menyambar tatkala dia tersenyum ceria
Menyinari atap istana dan dinding-dindingnya
Tasbih terucap kerana keindahan ciptaan-Nya
Perasaan orang yang melihat menjadi gundah gelana


JAGA KECANTIKANMU JAGA AKHLAKMU

'Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu"


(Hadis Riwayat Muslim)


Keindahan batin merupakan nikmat Allah yang paling besar di anugerahkan kepada hamba-Nya. Keindahan lahir juga merupakan anugerah daripada Allah yang semua manusia harus mensyukurinya. Menjaga keindahan ini akan menambah keindahan yang ada semakin bertambah indah. Jika keindahan ini digunakan untuk menderhakai-Nya, maka yang nampak di dunia akan diubah, selagi masih berada di dunia. Sehingga yang tadinya indah berubah menjadi buruk lagi menjijikkan, dan orang lain akan lari darinya. Siapa pun yang tidak bertakwa kepada Allah berkaitan dengan keindahan dan keelokannya maka keindahan itu akan berubah menjadi keburukan dan sesuatu yang menjijikkan di hadapan manusia. Keindahan batin boleh menghapuskan kekurangan lahir dan menutupinya.


Hindari kekejian wahai yang berwajah tampan
Jangan ubah keindahan dengan keburukan
Berbuat baiklah wahai yang tidak berwajah tampan
Tidak akan menyatu dua jenis keburukan

Sebahagian ahli hikmah ada berkata:

" Setiap hari manusia harus melihat cermin. Jika dia melihat rupanya yang bagus, maka janganlah ia menodainya dengan perbuatan yang buruk. Jika dia melihat rupanya yang buruk, maka janganlah dia menghimpun keburukan rupa dengan perbuatan yang buruk".


Kerana keindahan merupakan sesuatu yang disukai jiwa dan diidam-idamkan hati, maka Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali rupanya elok dan wajahnya tampan, terpandang dan merdu suaranya.


Az- Zubair bin Bakkar berkata:" Kami diberitahu Mush'ab Az-Zubairy, kami diberitahu Abdurrahman bin Abul -Hasan, dia berkata:

" Abu Hazim pergi untuk melempar jamrah bersama beberapa orang ahli ibadah. Dia berbincang-bincang dan bercerita sesama mereka. Tatkala dia berjalan bersama-sama para ahli ibadah itu, tiba-tiba ada seorang gadis yang memakai kerudung kepala. Semua orang sibuk melempar jamrah dan melihat kiri dan kanannya, sedangkan para ahli ibadah yang b ersama Abu Hazim itu selalu mengarahkan pandangan matanya ke arah gadis tersebut sehingga terpeleset dan jatuh ke tanah. Abu Hazim memandang gadis itu dan lantas berkata kepadanya: " Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya engkau sedang berada di salah satu tempat mengerjakan haji. Sementara itu engkau banyak menggoda orang lain. Maka jatuhkanlah kerudungmu agar menutupi dadamu bahagian atas. Kerana Allah telah berfirman: " Dan hendaklah mereka itu menutup kain hingga ke dadanya". Gadis itu tersenyum mendengarnya lalu berkata: " Aku termasuk dalam wanita yang tidak berhijab kerana pertimbangan tertentu, tetapi kerana ingin menghabisi orang-orang yang lalai". Abu Hazim memandang rakan-rakannya dan berkata: " Marilah kita berdoa kepada Allah agar Dia tidak mengazab rupa yang elok itu dari api neraka".

Dhamrah Bin Rabi'ah berkata, dari Abdullah bin Syaudzab menceritakan: "Ada seorang wanita cantik menemui Hasan al-Basri dan berkata:' Wahai Abu Sa'id, haruskah kaum lelaki menikahi wanita?". "Begitulah": Jawab al-Hasan. " Bagaimana dengan diriku?". Ketika sedang bertanya itulah wanita itu sempat melihat wajah Al-Hasan yang tampan yang tidak pernah dilihat wajah yang setampan itu, lalu wanita itu berkata :" Wahai Abu Sa'id, janganlah engkau menggoda wanita dengan wajahmu!". Katanya sambil mengalihkan pandangannya.

Al-Hasan lalu berkata:" Andaikata di rumah lelaki ada seorang wanita sepertimu, tentu dia merasakan tidak perlu lagi kepada dunia".


Abdullah bin Quraib pula berkata:" Tatkala saya sedang berada di sebuah mata air, tiba-tiba terdengar oarng menjerit: "Dia telah datang, dia telah datang". Semua orang berdiri dan saya turut sama berdiri. Ternyata ada seorang gadis yang ingin mengambil air. Tidak pernah aku melihat wajah yang secantik dia, di tambah lagi dengan perwatakannya yang sempurna. Ketika dia merasa semua orang melihatnya, maka dia telah menutup kerudungnya, yang seakan gumpalan awan yang menutupi matahari. Saya berkata :"Jangan engkau halangi kami untuk menikmati wajahmu yang cantik menawan itu!" Saat itu saya lantas merangkum syair:


Selayang kau umbar pandangan mata
Pandangan itu kan membebani hatimu
Tidak setiap pandangan kau kuasa memikulnya
Tidak pula kau bersabar menata pandanganmu
Mengapa pandangan mata ini menjadi nyalang?
Kerana kesedihan atau kerana kemudahan
Dari bumi manakah gerangan engkau datang
Ataukah di syurga Firdaus engkau dilahirkan
Beritahukan kepada kami makanan dan minumanmu
Beritahu pula kedatanganmu dan pemergianmu
Tanda-tanda kegilaan kini membayang
Kerana rupamu yang dibaliu keelokan
Kau rebut keelokan dari tangan semua wanita
Andai bulan purnama berketurunan maka engkaulah keturunannya
Wahai orang yang telah menyebabkan luka lara
Kerana engkau telah datang ke jamuan kita
Ku hadirkan patung dirinya di hadapan mereka
Ada yang menangis ada pula yang tertawa
Sungguh pantas jika keelokan ini

Menghibur segala kesedihan di hati




Sunday, August 9, 2009



KISAH SI PENJUAL TEMPE


Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Disitu ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.
Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang soya hari itu masih belum menjadi, hanya separuh jadi. Kebiasaannya tempe beliau telah masak sebelum bertolak. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah kesemuanya belum masak lagi.
Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahawa bagiNya tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , “Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang soya ini menjadi tempe. Amin”
Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang soya.
Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantu lah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang soyaku ini kepada tempe, Amin”
Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia bercadang untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu.
Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengkabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin”.
Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai sahaja di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya.
Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah kerana doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya punca rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa mempamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahawa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang.
Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh d i sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, “Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.”
Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita. “Maaf ya, saya ingin bertanya, Makcik ada tak menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum berjumpa lagi.” Dia termenung dan terpinga-pinga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya”Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”.
Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah seronoknya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum menjadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di England teringin makan tempe dari desa.
Memandangkan tempe itu akan dikirimkan ke England, si ibu tadi kenalah membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di England nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak elok lagi dan rasanya pun kurang sedap. Perempuan tua itu pun kehairanan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dimakbulkan oleh Tuhan…

Moral dari kisah di atas:
Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.
Kedua:. Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahawa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkaan kita.
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan.
Keempat : Kita sering ingin Allah memenuhi hak kita sedang kita tidak pernah mahu memenuhi hak Allah seperti menjaga SEMBAHYANG 5 WAKTU , menyegerakan solat, berkata-kata perkara yang berfaedah dan berpesan ke arah kebaikan..
-PETIKAN DARI KOLEKSI-KOLEKSI TERBAIK-


TEKA-TEKI IMAM AL-GHAZALI


Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (teka-teki);

Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan kita di dunia ini?”

Murid 1 = “Orang tua”
Murid 2 = “Guru"
Murid 3 = “Teman”
Murid 4 = “Kaum kerabat”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah S.W.T bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati”


Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:
Tiap-tiap Yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa Yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka Sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi Segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang Yang terpedaya”.

(Surah Ali-Imran :185)


Imam Ghazali = “Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?”

Murid 1 = “China”
Murid 2 = “Bulan”
Murid 3 = “Bintang”
Murid 4 = “Matahari”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”


Imam Ghazali = “Apakah yang paling besar didunia ini?”

Murid 1 = “Gunung”
Murid 2 = “Matahari”
Murid 3 = “Bumi”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling besar sekali adalah HAWA NAFSU


Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:
Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia Yang mempunyai hati (Tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan Yang mempunyai mata (Tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan Yang mempunyai telinga (Tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang Yang lalai".

(Surah Al-A’raf:179)


Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka”


Imam Ghazali = “Apakah yang paling berat di dunia?”

Murid 1 = “Baja”
Murid 2 = “Besi”
Murid 3 = “Gajah”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling berat sekali adalah MEMEGANG AMANAH


Sebagaimana firman Allah yang bermaksud:
“Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya), maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya); dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan Yang ada padanya) sanggup memikulnya. Dan (ingatlah) Sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara Yang tidak patut dikerjakan”.


(Surah al-Ahzab:72)


Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah S.W.T meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah S.W.T sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah”


Imam Ghazali = “Apakah yang paling ringan di dunia ini?”

Murid 1 = “Kapas”
Murid 2 = “Angin”
Murid 3 = “Debu”
Murid 4 = “Daun-daun”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT.

Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat”


Imam Ghazali = “Apakah yang paling tajam sekali di dunia ini?”

Murid-murid dengan serentak menjawab = “Mata pedang!!!”

Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar, tetapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA.

Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri”.

Friday, August 7, 2009

Wahai insan............
Janganlah engkau mencaci orang
Atas perbuatan yang dilakukannya
Sedang engkau dilihat orang
Berbuat seperti perbuatannya
Orang yang mencela sesuatu
Dan melakukan seperti perbuatan itu
Sesungguhnya mendatangkan malu
Kepada akalnya itu
WAHAI DUNIA........
Serak suaramu tentang dunia
Maka janganlah berbicara dengan dunia ini
Janganlah berbicara
Dengan pembunuh orang yang engkau kahwini!
Tiadalah sempurna yang diharap dari dunia
Dengan yang ditakuti padanya
Yang dibenci dari dunia
Apabila kita perhatikan adalah kuat adanya
Orang-orang yang menyifatkan dunia
Telah berkata banyak tentang dunia
Padaku dunia itu mempunyai suatu sifat sahaja
Demi umurku yang lebih patut adanya
Khamar....kesudahannya pahit
Padanya penuh hawa nafsu
Apabila engkau sudah merasa lazat
Maka iapun datang menyerbu
Orang yang cantik
Disukai manusia oleh kecantikannya
Tetapi mempunyai rahsia yang pelik
Yang jahat sekali apabila ternyata nantinya
Aku melihat dunia
Bagi orang yang mempunyainya
Merupakan dukacita
Setiap kali bertambah banyak padanya
Dan itu menghinakan orang
Yang memuliakannya dengan yang kecil sahaja
Dan memuliakan tiap-tiap orang
Yang menghinakan kepadanya
Apabila engkau tidak memerlukan
Akan sesuatu maka tinggallah
Dan apa yang engkau perlukan
Maka ambillah

-Ats-Tsa'labi-

Banyaknya burung merpati
Bernyanyi pada waktu pagi
Ia bersedih hati
Lalu menyanyi pada ranting yang tinggi
Ia teringat akan kesayangannya
Pada masa yang lalu
Ia menangis kerana kesedihannya
Lalu membangkitkan kesedihanku
Maka tangisanku kadang-kadang
Membawa dia tidak tertidur
Dan tangisannya kadang-kadang
Membawa aku tidak tertidur
Kadang-kadang aku mengadu
Tetapi aku tidak dapat memberi pengertian kepadanya
Kadang-kadang ia mengadu
Tetapi kepadaku ia tidak dapat memberi pengertiannya
Kecuali aku
Mengenalinya dengan perasaan
Dan dia juga mengenali aku
Dengan perasaan


Thursday, August 6, 2009

Telah sakitlah teman
Maka aku mengunjunginya
Lalu sakitlah aku
Dari penjagaanku kepadanya
Dan datanglah teman
Mengunjungi aku
Lalu sembuhlah aku
Demi memandangnya
Aku peroleh segala malapetaka
Yang terjadi sebarang waktu
Semuanya mudah saja
Selain berpisah dengan teman-temanku
Berapa banyak teman
Yang aku kenal sebagai teman
Lebih beruntung daripada teman lama
Kawan yang aku lihat di jalan
Padaku menjadi
Teman yang hakiki




SIAPAKAH SAHABATMU?

Janganlah engkau berteman dengan orang yang bodoh

Awasi dirimu dan dirinya....!

Berapa banyak orang yang bodoh

Memburukkan orang penyabar ketika ia menjadi temannya

Dibandingkan yang seorang dengan yang seorang

Apabila orang itu sama-sama berjalan

Sesuatu mempunyai dari sesuatu

Perbandingan dan keserupaan

Qalbu terhadap qalbu

Mempunyai petunjuk ketika perjumpaan

Sesungguhnya aku merasa aman dari musuh yang berakal

Dan aku takut kepada teman yang ditelanjangi oleh orang gila

Akal itu suatu macam dan jalannya aku ketahui lalu aku perhatikan

Dan gila itu bermacam-macam

Temanmu yang sebenarnya

Ialah orang yang ada bersamamu

Dan orang yang menyusahkan dirinya

Supaya ia bermanfaat kepadamu

Pada waktu membimbangkan

Ia berkata terus terang kepadamu

Dia sendiri pecah berantakan

Supaya kamu terkumpulkan selalu

Manusia itu pelbagai ragam

Apabila engkau merasakan mereka

Mereka tiada bersamaan

Seperti kayu-kayuan tiada sama

Yang ini berbuah...manis rasanya

Yang itu tidaklah

Mempunyai rasa dan buahnya

Engkau melihat orang yang mulia

Apabila putus hubungan disambungnya

Disembunyikan yang keji yang hina

Dan dilahirkan perbuatan baiknya

Engkau melihat orang yang tercela

Apabila putus hubungan disambungnya

Disembunyikan yang elok nyata

Dan dilahirkannya palsu belaka

Tidakkah engkau akan kekal berteman

Dengan orang yang tidak engkau kumpulkan

Perihalnya yang berserak-serakkan

Manakah orang yang selalu dalam kebersihan

Sesungguhnya orang-orang yang mulia

Apabila telah kaya raya

Mereka teringat pada orang yang berpautan jiwa

Dalam gubuk kasar yang penuh derita